Memaparkan catatan dengan label AL-QURAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label AL-QURAN. Papar semua catatan

Khamis, 28 Mei 2009

CAHAYA AYAT KURSI

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yang duduk di atas pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan di hati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehingga Baginda mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.


2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, dia akan masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.


4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2, serta Allah melimpahkan rahmat padanya.


5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.


6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."

"Utamakan SELAMAT dan SIHAT untuk Dunia-mu, utamakan SHOLAT dan ZAKAT

Ahad, 12 April 2009

CARA MUDAH HAFAL AL-QURAN

Cara Mudah Hafal Al Quran (edited 19 April 08)


Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirabbil ‘alamin
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim.


Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah, assalamu’alaikum wr wb.


Tulisan ini sudah akan saya tulis beberapa waktu lalu namun karena cukup panjang [karena memuat transkrip dari satu ceramah berdurasi 40 menit] dan saya belum mulai2 maka sampai sekarang tulisan itu belum jadi juga.


Pagi ini ketika blogwalking saya nemu postingan ini .

Maka tergerak semangat untuk berbagi kebaikan saya segera tulis ini yang merupakan pokok2 inti ceramah yang saya dengarkan di Masjid Baiturrahman Banda Aceh beberapa waktu lalu.


Ustadznya masih muda sekira 35 tahun hafal Al Quran dan beliau dari Malaysia.

Sayang saya tak sempat tahu nama beliau.


Menurut beliau jika ia tanya kepada 10 orang
“Apakah Anda bisa menghafal seluruh AlQuranulkarim 30 juz?”

maka 90% akan menggeleng dan mengatakan
“Sangat sulit saya tidak bisa!”
dan yang 10% mungkin akan menjawab:
“Mungkin bisa jika diberitahu cara2nya?


Inilah ‘intinya’ kenapa saya segera tulis postingan ini!

90% atau lebih dari kita [termasuk saya tentunya] akan mengatakan mustahil untuk bisa hafal 30 juz,

boro2 30 juz kan, juz amma [juz 30] gak apal-apal, ya kan?


Beliau melanjutkan: “Semua jawaban itu SALAH!”

“Harusnya kita katakan, insya Allah bisa!”

Kenapa karena Al Quran itu mu’jizat, dan satu2 nya mu’jizat yang wujudnya bisa kita lihat sampai sekarang.

Langsung saja: menurut beliau menghafal AlQuran itu mudah dan mungkin dilakukan oleh SIAPA SAJA.

Caranya? [siap2 menjublak karena gampangnya....;-) ]

1. Niat ikhlas menghafal AlQuran semata2 mengharap ridha Allah, kudu ikhlas benar2. “Ya Allah aku niat menghafal AlQuran 30 Juz karena memohon ridhaMu semata. Bismillahirrahmanirrahim.”


2. Al Quran hanya bisa dihafal oleh yang hatinya bersih. Supaya bersih caranya gampang. Sebelum mulai menghafal baca istighfar banyak2, mohon ampun dengan sungguh2 kepada Allah. Tidak ada manusia yang TIDAK BERDOSA, dan Allah sudah sampaikan salah satu cara menghapus dosa adalah istighfar banyak2. Minta Allah ampuni kita dan bersihkan hati kita


3. Alquran itu kita hafal bukan karena kita menghafalnya, tapi Allah yang letakkan kefahaman itu kedalam hati kita, saya ulangi: Allah yang letakkan kefahaman itu dalam hati kita. Jadi kita mohon kepada Allah agar Ia tolong kita mudah hafalkan AlQuran letakkan kefahaman itu dalam hati kita


4. Hafalkan sedikit demi sedikit, karena inilah fitrah cara diturunkannya AlQuranul karim, bukan langsung sekaligus tapi ayat demi ayat sesuai kebutuhan. Maka hafalkan CUKUP 1 ayat sehari. Baca berulang2 minimal 100x dalam sekali baca, misal habis subuh. Lalu tiap ada kesempatan baca lagi dan lagi. Kata beliau dengan cara ini nanti ayat itu akan meluncur seperti air yang mengalir.


5. Setelah beberapa hari gabung ayat2 yang sudah dihafalkan.


6. Demikian seterusnya sampai khatam seluruh AlQuran.


Pasti anda bertanya wah kalau begitu berapa lama saya akan hafal ?


Secara matematika jika seluruh ayat Al Quran berjumlah 6666 [betul ya?] berarti akan khatam kira2 18 tahun!!!

Wah lama sekali ya.

Namun kata beliau AlQuran saja genap turun kira2 23 tahun,jadi angka 18 tahun itu wajar dan ‘alamiah’.

Satu hal yang beliau sampaikan, karena alQuran itu mu’jizat, dan Allahlah yang letakkan kefahaman itu di hati kita, sesuatu yang secara normal nampak TIDAK MUNGKIN bisa MENJADI MUNGKIN.

Jika kita sudah istiqamah mempraktekkannya maka Allah akan BUKA rahasia2Nya, Allah akan tunjukkan jalan2Nya.

[Beliau sendiri mengakui baru belajar baca Al Quran ketika mulai kuliah di Inggris, kalau saya perkirakan dari usia beliau sekarang sepertinya beliau hafal jauh lebih cepat dari 18 tahun, dan menurut beliau pula 4 orang anaknya telah hafizh, 2 lagi menyusul!!! Subhanallah].


Mungkin setelah beberapa waktu, bisa saja kita mudah menghafal 5 atau bahkan 10 ayat sehari?


Jadi kuncinya:

niat ikhlas

istighfar sungguh

minta tolong Allah fahamkan
sedikit demi sedikit

diulang-ulang

istiqamah dan shabar.


Demikian, sahabat2 yang dirahmati Allah, semoga manfaat.
Bagilah informasi ini ke sebanyak mungkin teman.

Link ke post ini [he he biar blognya dibaca banyak orang]
Selamat mempraktekkan.

Semoga Allah mudahkan jalan kita untuk dapat menghafal Al Quran, memahaminya, mencintainya dan menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.


———————-Karena kemuliaan dan kesucian Al Quran hendaklah kita sangat memperhatikan dengan benar adab atau tatacara dan sikap perilaku kita ketika membacanya.

Sila rujuk ke posting sahabat ORido di artikel berjudul

Adab Membaca Al-Quran.

Wass wr wb.,


source: www.dsusetyo.wordpress.com

Ahad, 14 September 2008

KEHEBATAN AL-QURAN

Kehebatan al-Quran

Oleh Idris Musa
idris@hmetro.com.my


FIRMAN Allah, maksudnya: “Bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk, dan perbezaan (antara yang benar dan yang salah)...” (al-Baqarah: 185)

FIRMAN Allah, maksudnya: “Bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk, dan perbezaan (antara yang benar dan yang salah)...” (al-Baqarah: 185)

Penurunan al-Quran atau masyhur disebut nuzul al-Quran pada malam Jumaat, 17 Ramadan, tahun ke-41 daripada keputeraan Nabi Muhamad s.a.w peristiwa yang sangat besar dan tidak dilupakan generasi umat Islam.

Nuzul bererti penurunan atau perpindahan dari atas ke bawah (turun) manakala al-Quran bererti bacaan atau himpunan.

Ulama meletakkan takrif al-Quran sebagai kalam Allah yang diturunkan ke atas Nabi Muhammad s.a.w dengan perantaraan Jibril a.s serta menjadi ibadat dengan membacanya.

Di dalamnya terhimpun ayat yang menjelaskan pelbagai perkara membabitkan persoalan tauhid (ketuhanan), ibadat, jenayah, muamalat dan kemasyarakatan, sains teknologi dan banyak lagi.

Al-Quran suatu mukjizat terbesar kepada Nabi Muhammad s.a.w yang abadi hingga hingga hari kiamat dan ia kitab yang sangat sempurna diturunkan sebagai manual kehidupan manusia di dunia, dengan tiada satu perkara pun yang dicuaikan atau tertinggal darinya.

“Dan tidak seekor pun binatang yang melata di bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka umat seperti kamu. Tiada Kami tinggalkan sesuatu pun di dalam Kitab al-Quran ini; kemudian mereka semuanya akan dihimpunkan kepada Tuhan mereka.” (al-An’am: 38)

Istilah penurunan ini dipanggil sebagai nuzul al-Quran yang membawa maksud amat mendalam, kerana al-Quran diturunkan dari tempat yang tinggi dan mulia iaitu Luh Mahfuz, kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w secara berperingkat mengikut keadaan dan keperluan semasa.

Perantara bagi penurunan al-Quran kepada Nabi s.a.w ialah Jibril. Jangka masa penurunan itu selama 23 tahun, iaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.

“Dan sesungguhnya al-Quran (yang di antara isinya kisah tersebut) diturunkan Allah Tuhan sekalian alam.

“Ia dibawa turun malaikat Jibril yang amanah. Ke dalam hatimu, supaya engkau (wahai Muhammad) menjadi seorang daripada pemberi ajaran dan amaran (kepada umat manusia). (Ia diturunkan) dengan bahasa Arab yang fasih serta terang nyata.” (asy-Syuarak:192-195)

Ayat al-Quran yang mula diturunkan Allah kepada baginda melalui perantaraan malaikat Jibril ialah lima ayat pertama daripada surah al-‘Alaq.

Nabi s.a.w sentiasa dikunjungi Jibril pada Ramadan, seperti dijelaskan dalam hadis di bawah:

“Daripada Ibnu Abbas r.a katanya, Rasulullah s.a.w seorang yang sangat pemurah kepada orang lain, lebih-lebih lagi pada bulan Ramadan ketika baginda didatangi Jibril a.s. Jibril datang berjumpa baginda pada setiap malam lalu mengajar al-Quran kepada baginda. Sesungguhnya baginda bersifat pemurah dengan segera melakukan kebaikan umpama angin yang bertiup kencang.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Al-Quran sebenar-benar wahyu yang diturunkan Allah dan ia bukan suatu rekaan Nabi Muhammad s.a.w seperti didakwa musuh yang sentiasa mencemburui Islam dan umatnya dari dulu hingga kini.

Dakwaan itu nyata tidak benar sama sekali kerana gaya dan seni keindahan al-Quran tidak mampu direka atau ditandingi daya intelektual manusia.

Allah ada mencabar manusia, malah jin menandingi kehebatan al-Quran, sekiranya mereka mampu berbuat demikian, tetapi mereka tidak mampu.

“Katakanlah: Sesungguhnya jika sekalian manusia dan jin berhimpun dengan tujuan hendak membuat dan mendatangkan sebanding dengan al-Quran ini, mereka tidak akan dapat membuat dan mendatangkan yang sebanding dengannya, walaupun mereka saling bantu-membantu.” (al-Isra:88)

Al-Quran bukan hanya sebuah kitab, tetapi menjadi petunjuk (hidayah) kepada manusia, memberikan rahmat, syifa (penyembuh kepada penyakit), nur (cahaya yang menerangi), furqan (pembeza di antara hak dan batil), az-zikr (memberi peringatan) dan memberi penjelasan bagi manusia.

Ia wajar dibaca dan ditatap lebih kerap, malah diperhalusi dan dikaji bagi mendapatkan sari pati kandungannya untuk manfaat seisi alam.

Pada Ramadan, umat Islam sangat digalakkan membaca al-Quran kerana ganjaran pahala yang berganda. Nabi s.a.w sendiri gemar membaca al-Quran pada Ramadan.

Daripada Aisyah r.a katanya: “Rasulullah (saw) memperbanyakkan amalan apabila sampai hari ke-10 terakhir daripada bulan Ramadan, baginda juga membangunkan isterinya agar beribadat (solat sunat, membaca al-Quran, berzikir dan lainnya). Baginda menjauhkan diri daripada bergaul serta bermesra dengan isterinya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kitab suci ini amat penting bagi memandu kehidupan manusia. Walaupun manusia dilengkapi akal dan pancaindera yang lima, tetapi manusia tidak dapat memikirkan kebenaran tauhid, perkara ghaib dan hakikat di luar daerah kemampuannya.

Imam al-Ghazali menegaskan, sesungguhnya akal itu tidak dapat memberi hukum ke atas sesuatu perkara melainkan perkara itu mempunyai dua sifat, masa dan tempat. Akal akan bertanya ‘bila’ dan ‘di mana’. Selagi dua soalan itu tidak terjawab, akal tidak mengakui kewujudannya.

Oleh itu, akal semata-mata dengan capaian yang cukup terbatas tidak dapat menerima kewujudan Allah, tidak mempercayai sifat Allah serta tidak mengakui qada dan qadar kerana akal itu terhad sifatnya dan kewujudan Allah itu tidak bersifat tempat dan masa.

Justeru, ada manusia mengambil jalan falsafah mencari tuhan, sehingga mencipta teori sendiri dalam soal ketuhanan, namun pegangan ini tidak sama antara satu sama lain.

Di sini sudah nampak manusia memerlukan satu petunjuk yang boleh menunjukkan jalan kepada manusia mengenai hakikat ketuhanan sebenarnya.

Petunjuk itu ialah agama Islam sebagai agama benar lagi lurus. Agama Kristian dan Yahudi tidak boleh menjadi petunjuk kepada manusia kerana kedua-duanya diselewengkan penganutnya.

Dalam persoalan ketuhanan, Islam yang unggul dan ajaran Islam datangnya dari al-Quran. Al-Quran yang memberi petunjuk kepada manusia untuk menunjuk jalan kebenaran.

“Kitab al-Quran ini, tiada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Ini sebagaimana ditegaskan pada ayat 2, surah al-Baqarah.


SOURCE: HARIAN METRO ONLINE